Sabtu, 10 Mei 2014

Fakta Lingkungan

Dewasa ini kondisi lingkungan terus mengalamai penurunan kualitasnya. Banyak hal hal yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas linkungan, diantarnya adalah adanya dampak peningkatan karbon, peningkatan globalisasi yang semakin mendunia yang mendorong kemajuan teknologi, serta adanya perilaku budaya dari manusia sendiri yang sulit diubah yang terus mendorong terjadinya penurunan kualitas lingkungan.

        Bagaimana mungkin manusia tinggal hanya dalam satu planet kecil yang dinamakan Bumi ini namun dengan milyaran jumlah manusia yang mengisinya, tentu saja akan terus terjadi pengikisan pengikisan bagian dalamnya. Dampak pengikisan inilah yang kita katakan kerusakan lingkungan, karena lingkungan merupakan asosiasi keseluruhan benda benda abiotik maupun non abiotik yang saling bergantung satu sama lainnya. Oleh karena itu   sangat penting untuk menjaga kualitas lingkungan yang nyaman, aman dan tenteram.. Kita perlu berupaya paling tidak membantu menjaga kondisi lingkungan yang tetap nyaman, mulailah dari hal hal kecil. berikan cotoh pada anak anda misal jangan membuang sampah sembarangan ataupun contoh kecil lainnya yang berdampak besar bagi lingkungan.

      Manusia dalam hidupnya sangat bergantung pada alam, alamlah yang menyediakan sumberdaya yang bermanfaat bagi manusia. Sumberdaya tersebut dapat berasal dari kehutanan, pertanian, perkebunan,pertambangan dan berbagi sektor alam lainnya. Bayangkan jika hal ini menjadi berkurang fungsinya atrau secara kasar kita katakan habis isinya, apa yang harus kita lakukan?
tentu hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil akan terjadi. jika kondisi yang terjadi sekarang ini tidak mengalami perubahan.

        Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Adelaide mempublikasikan hasil penelitian terbarunya soal lingkungan. Empat negara, yakni Brazil, Amerika Serikat, China, dan Indonesia dinyatakan sebagai negara paling berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan di muka Bumi. Ada tujuh indikator yang digunakan untuk mengukur degradasi lingkungan, yakni penggundulan hutan, pemakaian pupuk kimia, polusi air, emisi karbon, penangkapan ikan, dan ancaman spesies tumbuhan dan hewan, serta peralihan lahan hijau menjadi lahan komersial -- seperti mal atau pusat perdagangan, dan juga perkebunan.  Ketujuh indikator ini digunakan untuk dua kriteria. Pertama, degradasi lingkungan secara global -- yang 'dipimpin' Brazil. Kedua, dampak kerusakan lingkungan terhadap suatu negara.


Untuk kriteria kedua, lebih maju suatu negara, lebih berat kerusakan lingkungan yang akan ditanggungnya. Singapura jadi yang terburuk untuk kriteria ini. "Krisis lingkungan yang kini mencengkeram Bumi adalah akibat konsumsi berlebihan manusia atas sumber daya alam," kata ketua tim peneliti Universitas Adelaide, Corey Bradshaw, seperti dimuat laman LiveScience, Jumat 7 Mei 2010. "Ada cukup banyak bukti bahwa peningkatan degradasi lingkungan dan hilangnya habitat dan spesies hewan dan tumbuhan, pada akhirnya akan berpengaruh pada kelangsungan kualitas kehidupan yang menopang nasib milyaran orang di dunia. "Bradshaw mengatakan, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data-data yang kuat dan komperehensif. Tak seperti penelitian lain, yang hanyak mengandalkan data kesehatan manusia dan data-data ekonomi -- untuk mengukur akibat kerusakan lingkungan.

Penelitian yang bekerjasama dengan Universitas Nasional Singapura dan Universitas Princeton AS menunjukkan, bahwa total kekayaan negara (diukur dengan pendapatan nasional bruto) adalah faktor yang paling penting terhadap dampak lingkungan.

"Semakin kaya suatu negara, semakin besar dampak kerusakan lingkungan," kata Bradshaw.

"Ada teori yang mengatakan bahwa semakin kaya suatu negara, dia memiliki  akses lebih banyak mendapatkan teknologi prolingkungan dan menjadi lebih sadar lingkungan sehingga dampak kerusakan lingkungan mulai menurun. Ternyata, berdasar penelitian ini, itu tak terbukti."

Negara paling berkontribusi dalam perusakan lingkungan

   1. Brazil
   2. Amerika Serikat
   3. China
   4. Indonesia
   5. Jepang
   6. Meksiko
   7. India
   8. Rusia
   9. Australia
  10. Peru

Negara pelanggar lingkungan terbanyak
   1. Singapura
   2. Korea
   3. Qatar
   4. Kuwait
   5. Jepang
   6 Thailand
   7. Bahrain
   8. Malaysia
   9. Filipina
  10. Belanda
         Bagaimanakah komentar anda dengan data data tersebut? sadarkah anda sebagai manusia andalah yang paling menentukan hidup anda ke depan. Anda melakukan kesalahan kecil bisa jadi dampaknya besar bagi orang lain. berkaitan dengan lingkungan tersebut, anda perlu tahu bahwa keadaan lingkungan dunia sungguh memprihatinkan. Saya katakan bahwa negara kita sendiri yaitu Indonesia lebih meprihatinkan. nada mungkin sudah membaca data diatas bahwa Indonesia menjadi negara ke 4 yang berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. padahal jika anda telusuri sebagian besar negara yang berada pada ranking tersebut adalah negara maju. apa yang salah dengan Indonesia sebenarnya? masalahnya ada pada individu orang Indonesia sendiri. kebanyakan orang indonesia tidak sadar akan pentingnay menjaga lingkungan. berkali kali hal ini didingatkan dalam berbagai kesempatan, namun tetap saja hingga sekarang tampak tidak ada perubahan. kalua hal demikian terus dilakukan anda akan lebih tahu bagaimana masa depan bangsa ini.sebagai warga negara yang baik tentu kita tidak mungkin biarkan negeri ini terpuruk terus menerus. oleh karena itu mulailah dari diri sendiri untuk menjaga lingkungan, jadikan diri kita sebagi teladan yang baik dalam menjaga lingkungan karena kita tidak akan mungkin memerintahakan seluruh negeri ini menjaga lingkungan, maka dengan hal kecil yang kita lakukan tentu akan berdampak besar bagi lingkungan dunia terutama Indonesia. Berikut beberapa gambaran kerusakan linkungan:
  




 


   

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar